Sabtu, 30 Maret 2013


PERHITUNGAN PENDAPATAN NJASIONAL
Lingkup kegiatan ekonomi makro telah kita bahas dalam bab pertama, analisa ekonomi makro perlu menjawab pretanyaan seperti adakah keseluruhan tingkat kegiatan ekonomi Negara mengalami pertumbuhan dan berapa cepat pertumbuhanya? Adakah pertumbuhan tersebut lebih baik dari masa lalu? Bagaimanakah prospeknya dimasa depan? Sector sector manakah yang menjadi penggerak pertumbuhan
Pengetahuan tentang pertumbuhan ekonomi dapat dilakukan dengan cara mengetahui perekmbangan ekonomi suatu Negara, perkembangan ekonomi suatu Negara dapat dilihat dari perkembangan pendapatan nasional yang diwujudkan dari harga barang dan jasa yang terjadi dalam satu tahun tertentu, untuk menghitung nilai barang dan jasa yang diciptakan oleh suatu perekonomian dapat dilakukan  dengan cara :
1.      Cara pengeluaran
Pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan nilai pengeluaran/perbelanjaan keatas barang-barang dan jasa yang diproduksikan didalam Negara tersebut
2.      Cara produksi atau cara produk neto
Cara ini menghitung pendapatan nasional dengna jalan menjumlahkan nilai produksi barang dan jasa yang diwujudkan oleh berbagai sector (lapangan usaha) dalam perekonomian.
3.      Cara pendapatan
Pendapatan nasional diperoleh dengan menjumlahkan pendapatan yang diterima oleh factor-faktor produksi yang digunakan untuk mewujudkan pendapatan nasional

ISTILAH PENDAPATAN NASIONAL
Produk Domestik Bruto
Di Negara berkembang (dunia ketiga) konsep PDB merupakan konsep yang penting dibandingkan konsep PNB.
Bila kita perhatikan konsep PDB dengan konsep PNB dapat dirumuskan:
PDB = PNB – PFN dari LN
PFN dari LN adalah merupakan paktor neto dari luar negeri (pendapatan factor-faktor produksi yang diterima dari luar negeri dikurangi dengan pendapatan factor-faktor produksi yang dibayarkan keluar negeri

PENDAPATAN NASIONAL HARGA BERLAKU DAN HARGA TETAP
Pendapatan nasional pada harga berlaku adalah nilai barang-barang dan jasa yang dihasilkan  suatu Negara dalam satu tahun dan dinilai menurut harga-harga yang berlaku pada tahun tersebut, dapat diramalkan dari tahun ketahun pendapatan nasional meningkat hal ini disebabkan oleh dua factor:
a.       Pertambahan fisxal barang dan jasa yang dihasilkandalam perekonomian
b.      Kenaikan harga-harga yang berlaku dari satu periode keperiode lainya

PENDAPATAN NASONAL HARGA PASAR DAN HARGA FAKTOR
Suatu barang dikatakan dinilai menggunakan harga pasar apabila perhitungan nilai barang itu menggunakan harga yang dibayar oleh pembeli, sementara apabila barang dinilai dari harga factor-faktor produksi untuk meproduksi barang yang dihitung.
Harga pasar = Harga factor + Pajak tak langsung – subsidi
PENDAPATAN NASIONAL BRUTO DAN NETO
Pendapatan nasional yangmasih meliputi depresiasi dinamakan Produk nasional bruto, untuk memperoleh produk nasional neto, nilai depresiasi harus dikurangi dari produk nasional bruto, dengan demikian produk nasional neto adalah produk nasional bruto dikurangi depresiasi

CARA PERHITUNGAN I: CARA PENBGELUARAN
Data nasional yang dihitung dengan cara pengeluaran akan dapat memberi gambaran tentang
a.       Sampai dimana buruknya masalah ekonomi yang dihadapi atau sampai dimana baiknya tingkat pertumbuhan yang dicapai dan tingkat kemakmuran yang sedang dihadapi
b.      Memberikan informasi dan data yang dibutuhkan dalam analisis makro ekonomi

KOMPONEN PENGELUARAN AGREGAT DALAM PEREKONOMIAN
Penghitungan pendapatan nasional dengna cara pengeluaran membedakan pengeluaran keatas barang dan jasa yang dihasilkan dalam perekonomian
1.      Konsumsi rumah tangga
Nilai belanja yang dilakukan oleh rumah tangga untuk membeli berbagai jenis kebutuhan dalam satu tahun tertentu dinamakan pengeluaran konsumsi rumahtangga, tidak semua pengeluaran rumahtangga disebut dengan konsumsi rumahtangga, ada juga pengeluaran untuk investasi contoh, pembelian rumah, asuransi, pengiriman uang untuk biaya ssekolah, dikarnakan tidak termasuk perbelanjaan terhadap barang atau jasa yang dihasilkan dalam perekonomian.
2.      Pengeluaran Pemerintah
Pengeluaran pemerintah dapat digolongkan kepada :  konsumsi pemerintah dan investasi pemerintah yang tergolong sebagai investasi pemerintah adalah pengeluaran untuk membangun jalan. Sekolah pasilitas kesehatan, bantuan korban bencana, beasiswa, subsidi. Dikarnakan itu bukan pengeluaran pemerintah keatas produk nasional dikarnakan bukan untuk membeli barang dan jassa.
3.      Pembentukian modal Tetap sector swasta
Pengumpulan data mengenai investasi dibedakan kepada tiga jenis perbelanjaan
i.                    Pengeluaran keatas barang modal dan peralatan produksi
ii.                  Perubahan-perubahan dalam nilai investasi pada akhir tahun
iii.                Pengeluaran-pengeluaran untuk mendirikan rumah tempat tinggal
4.      Ekspor Neto
Nilai eksporyang dilakukan suatu Negara dalam satu tahun tertentuu dikurangi dengan nilai impor dalam periode yang sama dinamakan ekspor neto.
Kelengkapan dalam membuat suatu barang bila kebutuhan bahan berasal dari luar dari Negara dimana barang tersebut diproduksi tidak  termasuk kedalam pendapatan nasional, tetapi harus dikurangi terlebih dahulu oleh pengeluaran kebutuhan bahan yang berasala dari luar tersebut.
Contoh ; pembuatan sepatu dibandung yang menggunakan bahan kulit dari Negara lain maka sepatu tersebut tidak dikatakan sebagai pendapatan nasional sebelum dikurangi terlebih dahulu dari harga kulit yang dipaia dalam membuat sepatu

MENGHITUNG PRODUK DOMESTIK
DAN PRODUK NASIONAL BRUTO
Contoh penghitungan pendapatan Nasional

Tabel2.1
Penghitunngan pendapatan Nasional Indonesia, 2002 (trilun Rupiah)
Jenis Pengeluaran
Menurut harga berlaku
Menurut harga tetap
Nilai
presentasi
1.      Pengeluaran konsumsi rumah tangga
2.      Pengeluaran konsumsi pemerintah
3.      Pemebentukan modal tetap domestic bruto
4.      Perubahan stok
5.      Ekspor barang dan jasa
6.      Dikurangi: impor barang dan jasa
1.138,3
132,1
325,3
-96,0
569,0
459,6
70,7
8,2
26,2
-6,0
35,4
28,5
302,1
35,3
96,1
-25,7
116,9
98,0
PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB)
1.610,0
100
426,7
7.      Pendapatan neto factor dari luar negeri
-77,8
-4,8
-22,2
PRODUK NASIONLA BRUTO
1.532
95,2
404,5
Dikurangi: pajak tak langsung
Dikurangi: Depresiasi
71,2
80,5
4,4
5,0
18,9
21,3
PENDAPATAN NASIONAL
1.380,5
85,8
364,3
Sumber : Badan Pusat Statistik, Indonesia 2002

PN = PNB - Pajak taklangsung + subsidi – Depresiasi

Akan tetapi di Negara Indonesia subsidi tidak dihitung maka diantara PNB dan PN terdapat hubungan

PN = PNB – Pajak tak langsung – Depresiasi

CARA PENGHITUNGAN II
CARA PRODUK NETO

Produk neto (Net output) berarti nilai tambah yang diciptakan dalam suatu proses produksi dengan demikian cara kedua ini menghitung pendapatan nasional dengan cara mennghitung dengan menjumlahkan nilai tambah diwujudkan oleh perusahaan-perusahaan diberbagai lapangan usaha dalam perekonomian, cara ini memeiliki 2 tujuan:
1.      Untuk mengetahui besarnya sumbangan berbagai sector ekonomi didalam mewujudkan pendapatan nasional
2.      Sebagai salah satu cara untuk menghindari penghitungan dua kali- yaitu dengan hanya menghitung nilai produksi neto yang diwujudkan pada berbagai tahap proses produksi
MENGHUTUNG NILAI TAMBAH
Contoh dalam kegiatan memproduksi alat kebutuhan rumahtangga yang dilakukan oleh 4 perusahaan yang berbeda, penebang kayu menjual kayu ke penggergaji papan sebesar Rp.50 ribu, penggergaji papan menjual kayu kepada pembuat perabot dengan harga Rp. 200 ribu kemudian pembuat perabot menjual ke konsumen dengan hasil penjualan sebesar Rp.600 ribu secara keseluruhan tukang perabot memperoleh Rp. 800 ribu

Tabel 2.2
Contoh Menghitung Nilai Tambah
Jenis Kegiatan
Niali Penjualan
Niali tambah
(Ribu rupiah)
1.      Mengambil kayu hutan
2.      Menggergaji Papan
3.      Membuat perabot
4.      Menjual perabot ditoko
50
200
600
800
50
150
400
200
Jumlah nilai penjualan dan nilai tambah
1.650
800

i.                    Penebangan kayui hutan                                                               Rp.   50 ribu
ii.                  Pengegergaji papan                                               Rp. 200 – Rp.   50       Rp. 150 ribu
iii.                Pembuat perabot                                       Rp. 600 – Rp. 200       Rp. 400 ribu
iv.                Toko perabot                                                         Rp. 800 – Rp. 600       Rp. 200 ribu

Dengan ddemikian jumlah nilai tambahyang diwujudkan oleh keempat kegiatan itu adalah (50 + 150 + 400 + 200) = Rp. 800 ribu

Jumlah nilai penjualan adal 1.650 ribu sementara pengeluaran konsumen untuk membeli prabot adalah Rp. 800 ribu juga ini berarti dalam penghitungan menurut cara produk neto, cara nilai pendapatan nasional yang disumbangkan berbagai kegiatan di atas adalah sama dengan dalam penghitungan menurut cara pengeluaran



PNB MENURUT LAPANGAN USAHA


Tabel 2.3
Produk Domestik Bruto Menurut Lapangan Usaha,2002 (Triliun Rupiah)

Lapangan Usaha
Menurut harga berlaku
Harga tetap tahun 1997
Nilai
%
Nilai
%
1.      Pertanian, peternakan,kehutanan,perikanan
2.      Pertambangan dan pengalian
3.      Industeri pengolahan
4.      Listrik,gas dan air
5.      Bangunan
6.      Perdagangan, hotel dan restoran
7.      Pengangkutan dan omunikasi
8.      Keuangan, sewa dan jasa perusahaan
9.      Jasa-jasa lain (termasuk pemerintahan
281,3
191,8
402,6
29,1
92,4
258,9
97,3
105,6
151,0
17,6
11,9
25,0
1,8
5,7
16,1
6,0
6,5
9,4
68,0
39,8
113,7
7,5
25,3
69,3
33,6
29,9
39,6
15,9
9,3
26,7
1,8
5,9
16,2
7,9
7,0
9,3

Produk Domestik Bruto
1.610,0
100,0
426,7
100,0

Sumber: BPS, Statistik Indonesia 2002

Listrik, gas dan air, bangunan digolongkan kepada sector sekunder. Sementara sector 6-9 digolongkan sebagai sector jasa/sector tertier data di atas memberikan informasi:
a.       Lapangan usaha terpenting adalah kegiatan industeri pengolahanyangmenghasilkan nilai tambah Rp. 402,6 Triliun dan meliputi 25% dari PDB
b.      Sektor primer yang meliputi pertanian,peternakan, kehutanan, perikanan dan pertambangan adalah lebih penting dari sector sekunder dan sector jasa, sector primer menghasilkan Rp. 473,1 Triliun (dihitung dari menambahkan nilai tambah yang diwujudkan sector pertanian dan pertambangan) dan meliputi 39,5 persen dari PDB
c.       Kegiatan perdagangan, hotel dan restoran memberi sumbangan kepada PDB yang hampir sama pentingnya dengan sector pertanian

CARA PENGHITUNGAN III
CARA PENDAPATAN

Dalam ekonomi mikro telah dibahasa bahwa factor-faktor produksi dibedakan menjadi 4 golongan : tanah, tenaga kerja,modal dan keahlian keusahaan dan apabila hal tersebut digunakan akan memperoleh berbagai jenis pendapatan berikut merupakan penggolongan pendapatan Faktor produksi pada umumnya menggolongkan pendapatan yang diterima factor-faktor produksi sebagai berikut:
i.                    Pendapatan para pekerja (upah dan gaji)
ii.                  Pendapatan dari usaha perseorangan (perusahaan persorangan)
iii.                Pendapatan dari sewa
iv.                Bunga neto- yaitu seluruh nilai pembayaran bunga yang dilakukan dikurangi bunga keatas pinjaman konsumsi dan bunga keatas pinjaman pemerintah
v.                  Keuntungan perusahaan

CONTOH PENGHITUNAN
Indonesia belum menggunakan metode ini dalam perhitunangan pendapatan nasionlanya, salahsatu contoh Negara yang menggunakan metode ini adalah amerika:
Pada tahun 1997 data pendapatan nasional amerika  adalah US$ 6.650 milyar nilai ini adalah lebih rendah dari produk domestic bruto AS pada tahun yang sama yaitu sebesar US$8.084 hal tersebut disebsbkan karena depresiasi,pajak tidak langsung dan pendapatan neto factor dari luar negeri tidak lagi termasuk dalam niali tersebut

Tabel 2.4
Pendapatan Nasional Amerika Serikat,1997 (milyar dolar Amerika)

Jenis kegiatan

Nilai (Milyar)
%
1.      Ganjaran Untuk pekerja
2.      Pendapatan usaha perseorangan
3.      Pendapatan dari sewa
4.      Keuntungan perusahaan perseorangan
5.      Bunga bersih neto
4.703
545
148
804
450
70.7
8.2
2,2
12,1
6,8
Pendapatan Nasional
6,650
100,0

















Bunga neto adalah jumlah bunga yang dibayarkandalam perekonomian dalam satu tahun tertentu dikurangi (i) bunga keatas pinjaman pemerintah (ii) bunga keatas pinjaman konsumen, kedua bunga tersebut adalah bukan digunakan untuk membiayai kegiatan yang produktif makanya tidak termasuk kedalam pendapatan nasional

Pendapatan disposibel adalah pendapatan pribadi dikurangi dengan pajak yang harus dibayarkan oleh para penerima pendapatan, nialai sisa yang tersisa dinamakan pendapatan disposable, untuk mengetahui hubunganya dirumuskan:
i.                    Yd = Yp – T
ii.                  Yd =  C + S

Yd = Pendapatan disposibel
Yp = Pendapatan pribadi
C = Consumsi
S = Tabungan

Cara menghitung tingkat pertumbuhan
Formula perhitungan

          PN-riil1 – PN-riil0
g  =                                      X 100
                   PN-riil0

g              : Tinggkat pertumbuhan ekonomi dan dinyatakan dalam %
PN-riil1   : Pendapatan nasional untuk tahun dimana tingkat pertumbuhan ekonomi dihitung
PN-riil0    : Pendapatan nasionla tahun sebelumnya

Untuk menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi perhitungan harus dilakukan secara dua tahap (i) menghitung pendapatan nasional riil dengan mendeflasikan pendapatan nasional pada harga masa ini  (ii) menghitung tingkat pertumbuhan ekonomi. Menghitung dengan mendeflasikan menggunakan rumus
          
                        100
PNriiln  =                        X PN masa ini
                        HIn

PNriiln         : Pendapatan Nasional riil tahun n
HIn               : Indeks harga atau pendeplasian pendapatan nasional (GNPdeflator) pada tahun n
PN masa ini : yaitu pada tahun n